.::THE STRUGGLE AND INTIFADHA' WAITS FOR NO MAN; AS WE ARE THE GENERATION THAT SEARCHED, TRIED AND APPRECIATES WHAT COMES IN LIFE FOR BEING TRUE MUSLIM::.

Saturday, September 12, 2009

BILAKAH JATUHNYA DAN APAKAH ALAMATNYA (LAILATUL QADR)

Soal 1: Malam Lailatul Qodar itu jatuh pada hari ke berapa?

Jawab: Di dalam Al-Qur’an tidak diterangkan pada malam ke berapa malam Lailatul Qodar itu jatuh, tetapi di dalam hadits diterangkan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari awal di bulan Ramadhan menginginkan malam Lailatul Qodar, kemudian beliau beri’tikaf pada 10 hari pertengahannya dan mengatakan (yang artinya):

“Sesungguhnya malam Lailatul Qodar itu jatuh pada 10 hari akhir di bulan Ramadhan”. Beliau melihatnya dan beliau sujud di waktu shubuh di tempat yang berair bercampur tanah, kemudian pada malam ke-21 di saat beliau i’tikaf, turunlah hujan maka mengalirlah air hujan tersebut pada atap masjid karena masjid Nabi shallallahu alaihi wa sallam terbuat dari anjang-anjang. Beliau menjalankan sholat subuh bersama para sahabatnya kemudian beliau sujud. Anas bin Malik berkata: ‘Aku melihat bekas air dan tanah dikeningnya, maka beliau sujud ditempat yang berair bercampur tanah.” (HR. Bukhori no.669 dan 2016, Muslim no.1167, dan 216 dari shohabat Abu Sa’id Al-Khudri).

Hadits di atas menunjukkan bahwa malam Lailatul-Qodar pada saat itu jatuh pada malam yang ke-21. Sedangkan para sahabat RasulullAh melihat dalam mimpi mereka bahwa malam Lailatul-Qodar jatuh pada malam ke 27. (HR. Bukhori no.2015, Muslim no.1165 dari shohabat Abdulloh bin ‘Umar ).

para ulama tentang jatuhnya malam Lailatul-Qodar pada 10 hari terakhir adalah berpindah-pindah pada setiap tahunnya, terkadang pada tahun ini jatuh pada malam yang ke 21, kemudian pada tahun berikutnya jatuh pada malam yang ke 29, 25 atau 24.

dapun hikmah berpindah-pindahnya malam Lailatul-Qodar supaya orang-orang yang malas menjalankan ibadah, mereka bersemangat untuk menjalankan ibadah pada 10 hari terakhir di bulan Romadlon. Hikmah yang lainnya juga yaitu agar menambah amal shalih seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Syaikh Utsaimin)

Soal 2 : Apa alamat/tanda malam Lailatul-Qodar?

Jawab: Lailatul-Qodar mempunyai beberapa alamat/tanda, baik secara langsung (yaitu pada malamnya) maupun setelah terjadi (yaitu pada pagi harinya).

Adapun alamat secara langsung (yaitu pada malamnya) di antaranya:.......



1) Sinar cahaya sangat kuat pada malam Lailatul-Qodar dibandingkan dengan malam-malam yang lainnya. Tanda ini pada zaman sekarang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang tinggal ditempat yang jauh dari sinar listrik atau sejenisnya.

2) Bertambah kuatnya cahaya pada malam itu.

3) Thuma’ninah. Yaitu ketenangan dan kelapangan hati yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman lebih kuat dari malam-malam yang yang lainnya.

4) Angin dalam keadaan tenang pada malam Lailatul-Qodar, tidak berhembus kencang (tidak ada badai) dan tidak ada guntur. Hal ini berdasarkan hadits dari shohabat Jabir bin Abdillah sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Aku melihat Lailatul-Qodar kemudian dilupakannya, Lailatul-Qodar turun pada 10 akhir (bulan Romadlon) yaitu malam yang terang, tidak dingin dan tidak panas serta tidak turun hujan”. (HR. Ibnu Khuzaimah no.2190 dan Ibnu Hibban no.3688 dan dishohihkan oleh keduanya).

Kemudian hadits dari shohabat ‘Ubadah bin Shomit sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya alamat Lailatul-Qodar adalah malam yang cerah dan terang seakan-akan nampak didalamnya bulan bersinar terang, tetap dan tenang, tidak dingin dan tidak panas. Haram bagi bintang-bintang melempar pada malam itu sampai waktu subuh. Sesungguhnya termasuk dari tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tegak lurus, tidak tersebar sinarnya seperti bulan pada malam purnama, haram bagi syaithon keluar bersamanya (terbitnya matahari) pada hari itu”. (HR. Ahmad 5/324, Al-Haitsamy 3/175 dia berkata : perawinya tsiqoh)

5. Terkadang Alloh memperlihatkan malam Lailatul-Qodar kepada seseorang dalam mimpinya. Sebagaimana hal ini terjadi pada diri para shahabat Rosululloh .

6. Kenikmatan beribadah dirasakan oleh seseorang pada malam Lailatul-Qodar lebih tinggi dari malam-malam yang lainnya.

Adapun alamat setelah terjadi (yaitu pada pagi harinya) di antaranya: Matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tidak tersebar sinarnya dan tidak menyilaukan, berbeda dengan hari-hari biasanya. Hal ini berdasarkan hadits dari shohabat Ubay bin Ka’ab yang mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh mengkabarkan kepada kami: “Sesungguhnya Matahari terbit pada hari itu dalam keaadaan tidak tersebar sinarnya”. (HR. Muslim no.762, 2/828)

Adapun alamat yang menyebutkan bahwa tidak ada atau sedikit gonggongan anjing pada malam Lailatul-Qodar adalah tidak benar, karena terkadang dijumpai pada 10 malam terakhir di bulan Romadlon anjing dalam keadaan menyalak/menggonggong. (Syaikh Utsaimin)

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Fataawa Lajnah ad Da’imah, Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin, Fataawa wa Rasaail Ibnu Utsaimin, dan Majmu’Fataawa Syaikh Shalih Fauzan)

Baca Selanjutnya...

MENGHAYATI LAILATUL QADR

Bulan Ramadan merupakan satu bulan yang penuh keberkatan di mana ALLAH S.W.T. meluaskan rahmat-NYA agar menaungi seluruh hamba-hamba-NYA yang tekun beribadah dan taat kepada-NYA dengan memberi ganjaran pahala yang berlipat kali ganda. Sabda Rasulullah s.a.w :
“Apabila tiba bulan Ramadan maka dibuka pintu-pintu rahmat.” – Hadis riwayat Muslim di dalam Sahih Muslim, Kitab al-Shiyam, hadis no: 1079.Pada bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih mulia berbanding 1000 bulan, iaitu lailatulqadar. Padanyalah diturunkan al-Qur’an yang dijadikan panduan bagi seluruh umat Islam. Firman ALLAH S.W.T:

“Sesungguhnya KAMI telah menurunkan (al-Quran) itu pada malam al-Qadar. Apakah cara yang membolehkan engkau mengetahui kebesaran lailatulqadar itu? Lailatulqadar ialah malam yang paling baik berbanding 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan izin TUHAN mereka membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikutnya). Sejahteralah malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar.” – Surah al-Qadr: 1-5.

Oleh itu, sesiapa yang beribadah pada bulan Ramadan dan menepati malam lailatulqadar, ganjaran pahala amalannya itu melebihi ibadah yang dilakukannya selama 1000 bulan.

Apakah itu Lailatulqadar?

Tentang makna al-Qadr, sebahagian ulama berpendapat ia bermaksud pengagungan. Dari sini dapat kita fahami bahawa lailatulqadar bermaksud malam yang memiliki keagungan kerana diturunkan al-Quran pada malam tersebut, turunnya para malaikat, melimpahnya rahmat dan keampunan ALLAH serta ALLAH akan menganugerahkan keagungan (kemuliaan) kepada mereka yang beribadah pada malam itu.

Al-Qadr juga bermaksud penetapan. Oleh itu, lailatulqadar juga bermaksud malam penetapan segala urusan yang bakal berlaku pada tahun berikutnya. Ini jelas bertentangan dengan tanggapan kebanyakan umat Islam di Malaysia yang beranggapan bahawa malam Nisfu Sya’ban merupakan malam di mana ALLAH menetapkan apa yang ditakdirkan untuk kita pada tahun berikutnya. Mereka berhujah dengan Firman ALLAH S.W.T:

“Sesungguhnya KAMI telah menurunkan al-Quran itu pada malam yang berkat; (KAMI berbuat demikian) kerana sesungguhnya KAMI sentiasa memberi peringatan dan amaran (agar hamba-hamba KAMI tidak ditimpa azab). (KAMI menurunkan al-Quran pada malam itu kerana) pada malam yang berkat itu dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara yang mengandungi hikmat serta ketetapan yang bakal berlaku.” – Surah al-Dukhan: 3-4.

Bilakah Berlakunya Lalitaulqadar?

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Carilah lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil daripada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” – Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 2017.

Sabda Rasulullah s.a.w :

“Carilah (lailatulqadar) pada sepuluh malam terakhir. Jika seseorang kamu lemah atau tidak mampu, janganlah dia kalah (putus asa) mencarinya pada baki tujuh malam terakhir.” – Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, no: 1165.

Kombinasi dari kedua-dua hadis di atas dapatlah kita simpulkan bahawa kita sepatutnya menggandakan ibadah pada malam yang ganjil bermula sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan terutamanya pada malam ke 23, 25, 27 dan 29. Namun demikian Rasulullah s.a.w. apabila tiba sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan, baginda akan menggandakan ibadah baginda maka amalan sebeginilah yang afdal untuk diamalkan kita semua. Baginda bersungguh-sungguh merebut peluang untuk melakukan ibadah sambil beriktikaf di masjid. Menurut al-Hafiz Ibn Hajar al-’Asqalani r.h:

“Dari segi bahasa, iktikaf bermaksud membatasi diri pada sesuatu. Sedangkan menurut pengertian syarak, ia bermaskud individu tertentu menetap di dalam masjid dengan cara khusus (menepati sunnah).” – Al-Hafiz Ibn Hajar al-’Asqalani, Fath al-Bari, jil. 11, ms. 538.

Ketika beriktikaf, umat Islam dianjurkan memperbanyakkan ibadah sunat seperti solat, berdoa, berzikir, membaca al-Quran, berselawat ke atas Nabi s.a.w, mempelajari ilmu-ilmu agama dan lain-lain amalan yang soleh.

Aisyah r.a berkata:

“Rasulullah s.a.w bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan) yang tidak pernah dilakukannya pada waktu yang lain.” – Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, no: 1174.

“Sesungguhnya Nabi s.a.w biasa melakukan iktikaf pada sepuluh yang terakhir di bulan Ramadani sehingga ALLAH mewafatkan baginda.” – Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahih nya, no: 2026.

Aisyah r.a berkata:

“Rasulullah s.a.w bersungguh-sungguh melakukan ibadah pada sepuluh hari terakhir yang tidak pernah dilakukannya pada waktu lain.” – Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, no: 1174.

Doa yang amat dianjurkan dibaca pada malam lailatulqadar selepas membaca tasyahhud adalah sebagaimana hadis yang telah diriwayatkan oleh Ali bin Abu Talib r.a:

“Sesungguhnya Rasulullah s.a.w membaca pada solat witirnya (selepas tahiyat):

“Ya ALLAH! Sesungguhnya AKU berlindung dengan keredhaan-MU daripada segala kemurkaan-MU. AKU juga berlindung dengan kemaafan-MU daripada segala balasan yang bakal ditimpakan. AKU juga berlindung dengan Zat-MU yang tidak terhitung segala nimat dan belas kasihan yang telah ENGKAU berikan, kami hanya mampu berusaha memuji-MU seperti mana pujian yang layak bagi Zat-MU.” – Hadis sahih riwayat al-Tirmizi, al-Nasaai, Abu Daud, Ahmad dan selainnya.

Selain dari itu, dianjurkan kan juga untuk berdoa sebagaimana dikhabarkan dari ‘Aishah r.a dia berkata:

Ya Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku mendapati salah satu malam daripada Lailatul Qadar, apakah yang sepatutnya aku ucapkan. Rasulullah menjawab:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Mengasihi untuk mengampun, maka ampunilah aku. - Hadis riwayat Imam Ibnu Majah di dalam Sunannya, no: 3840

“Sesiapa solat pada malam Ramadan dengan keimanan sebenar dan mengharapkan ganjaran (daripada ALLAH), diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” – Hadis riwayat Imam Muslim di dalam Sahihnya, no: 759.


Baca Selanjutnya...

PEMBAYARAAN ZAKAT SECARA SMS

Masyarakat Islam Malaysia kini boleh membayar zakat fitrah menerusi sistem pesanan ringkas (SMS), yang pertama seumpamanya di negara ini. Inisiatif ini dilaksana oleh Lembaga Zakat Selangor (LZS) hasil kerjasama dengan Celcom.

Kemudahan ini hanya terbuka kepada pelanggan pra bayar dan pasca bayar Celcom sahaja dan ianya percuma iaitu tiada sebarang caj bagi setiap sms yang dihantar dan diterima.

Pembayaran zakat fitrah menerusi sistem ini telah mendapat kelulusan daripada Majlis Fatwa Negeri Selangor. Untuk menggunakan perkhidmatan ini, pelanggan Celcom hanya perlu menaip ‘fitrah selangor’ dan hantar ke 21999 diikuti arahan seterusnya.

Majlis pelancarannya disempurnakan oleh DYMM Sultan Selangor, Sultan Sharafudin Idris Shah, sempena majlis berbuka puasa bersama rakyat di Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di sini hari ini. Pada majlis yang sama seramai 100 orang fakir miskin turut menerima bantuan hari raya daripada LZS. Baca Selanjutnya...

Thursday, September 10, 2009

QIAMULAIL PERDANA BERTEMPAT DI MASJID AL AZHAR ASYRIF

TENTATIF PROGRAM

BERTEMPAT DI MASJID AL AZHAR ASYARIF
SETIAP MALAM BERMULA DARI MALAM KE20 SEHINGGA AKHIR RAMADHAN
DI IMAMKAN OLEH IMAM-IMAM DARI KALANAGAN MASYAIEHK AL AZHAR

*INSYAK - 7.27 Malam
*SOLAT TARAWIH - Selepas Solat Insyak
*TIDUR -Setelah selesai Solat Tarawih
*QIAMULAIL - 1.00 Pagi
*SAHUR -Makanan Sahur Disediakan
*SOLAT SUBUH - 4.09 PAGI
*BERSURAI

Baca Selanjutnya...